Senses to Move

Berusaha dan berusaha, untuk bisa menghasilhan hal hal yang baik dan bermanfaat bagi aku, kamu dan kita semua... keep spirit........!!!

Welcome



Karbohidrat adalah hasil alam yang melakukan banyak fungsi penting dalam dalam tanaman maupun hewan. Melalui fotosintesis, tanaman mengubah karbondioksida menjadi karbohidrat, yaitu dalam bentuk selulosa, pati (strach) dan gula-gula lain. Selulosa dalah komponen struktur pada tanaman, yang digunakan untuk membangun dinding sel yang kaku, serat, dan jaringan kayu.

Karbohidrat atau sakarida merupakan segolongan besar senyawa organik yang hanya tersusun dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat yang paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang.

Famili senyawa yang disebut karbohidrat meliputi zat – zat yang sangat melimpah dan penting dalam alam biologi jauh melebihi separuh dari karbon organik di alam yang ada dalam bentuk karbohidrat. Yang paling umum dari senyawa-senyawa ini adlah selulosa, yaitu karbohidrat struktural dalm tumbuhan. Telah diperkirakan bahwa 1011 ton selulosa dihasilkan dan dihancurkan didalam biosfer setiap tahun.
Kita seringkali berfikir tentang karbohidrat sebgai zat seperti glukosa yang oleh banyak heterotrof digunakan sebagai sumber energi primer. Akan tetapi, karbohidrat juga dapat dipakai untuk keperluan struktural, tetapi juga dalam dinding sel bakteri dan dalam matriks atau zat dasar yang mengelilingi sel dalam jaringan organisme tingkat tinggi.

Golongan senyawa karbohidrat dapat dibagi menjadi 3 sub golongan atas dasar jumlah dasar penyusunnya. Satuan dasar yang dimaksud adalah polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton tunggal. Sakarida yang hanya terdiri dari sebuah satuan dasar termasuk sub golongan monosakarida. Sub golongan terdiri dari dua sampai sepuluh satuan dasar dinamakan oligosakarida. Yang terakhir adalah polisakarida yang mengandung satuan dasar yang jumlahnya lebih dari sepuluh.

Monosakarida (sering disebut gula sederhana) adalah satuan karbohidrat yang paling sederhana, tak dapat di hidrolisis menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan sebagainya dan akhirnya polimer. Dimer-dimer disebut disakarida. Sukrosa adalah suatu disakarida yang dapat dihidrolisis menjadi satu satuan glukosa dan satu satuan fruktosa. Monosakarida dan disakarida umumnya larut dalam air dan umumnya terasa manis. Karbohidrat yang tersusun dari dua sampai delapan satuan monosakarida dirujuk sebagai oligosakarida. Jika lebih dari delapan satuan monosakarida diperoleh dari hidrolisis, maka karbohidrat itu disebut polisakarida. Contoh polisakarida adalah pati, yang dijumpai dalam gandum dan tepung jagung, dan selulosa, penyusun yang bersifat serat dari tumbuhan dan komponen utama dari kapas
Ikatan antara satuan dasar yang satu terhadap yang lainnya dinamakan ikatan glikosidik. Monosakarida yang paling banyak terdapat di alam ialah yang beratom C3 sampai C6, terutama yang berantai atom C5 dan C6, misalnya glukosa, fruktosa, xilosa, dan lainnya.

Tinjauan Pustaka
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organic yang tersusun hanya dari atom karbon, hydrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pectin, serta lignin (Anonim, 2008).
Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur, dll. Sedangkan dalam tubuh, karbohidrat berguna untuk mencegah ketosis, pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilangan mineral, dan berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein. Dalam tubuh manusia karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama dibentuk dari reaksi-reaksi CO2 dan H2O dengan bantuan sinar marahari melalui proses fotosintesis dalam sel tanaman yang berklorofil (Winarno, 2001).
Sebanyak 1 gr karbohidrat akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal/gram. Demikian juga dengan protein, sedangkan lemak dapat menghasilkan energi 9 kkal/gram. Selain sebagai penghasil energi, karbohidrat juga berperan sebagai kerangka bagi tanaman, hasil akhir dari fotosintesa pada tanaman yang mempunyai klorofil. Karbohidrat banyak terdapat di alam dan banyak terdapat pada bahan-bahan makanan. Bahan-bahan nabati banyak mengandung karbohidrat yang berupa hektosa, pentosa, dan selulosa. Sedangkan sukrosa banyak terdapat dalam batang tebu sehingga lebih dikenal sebagai gula tebu. Laktosa banyak terdapat dalam susu sehingga dikenal sebagai gula susu (Poedjiani, 2002).
Nama karbohidrat berasal dari kenyataan bahwa kebanyakan senyawa dari golongan ini mempunyai rumus empiris yang menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah karbon “hidrat” dan memiliki nisbah karbon terdapat hidrogen dan oksigen 1:2:1, sebagai contoh rumus empiris glukosa adalah C6H12O6. Terdapat tiga golongan utama karbohidrat yaitu monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida terdiri dari satu unit polihidroksi aldehid atau keton. Monosakarida paling banyak di alam adalah glukosa 6 karbon (Lehninger, 2001).
Salah satu golongan dari sakarida adalah monosakarida, yaitu sakarida yang hanya terdiri dari sebuah satuan dasar. Monosakarida merupakan karbohidrat dalam bentuk gula sederhana. Sebagaimana disakarida, monosakarida berasa manis, larut air, dan bersifat kristalin. Monosakarida digolongkan berdasarkan jumlah atom karbon yang dikandungnya (triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, dan heptosa) dan gugus aktifnya, yang bisa berupa aldehid atau keton. Ini kemudian bergabung menjadi, misalnya aldoheksosa dan ketotriosa. Selanjutnya, tiap atom karbon yang mengikat gugus hidroksil (kecuali pada dua ujungnya) bersifat optic-aktif, sehingga menghasilkan beberapa karbohidrat yang berlainan meskipun struktur dasarnya sama. Sebagai contoh galaktosa adalah aldoheksosa, namun memiliki sifat yang berbeda dari glukosa karena atom-atomnya disusun berlainan (Anonim, 2008).
Polisakarida atau pati adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar, dan tidak berbau. Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin dalam komposisi yang berbeda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodine sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Pati digunakan sebagai bahan yang digunakan untuk memekatkan makanan cair seperti sup. Dalam industri, pati digunakan sebagai komponen perekat, campuran kertas dan tekstil, dan pada industri kosmetika (Anonim, 2008).
Dekstrin adalah karbohidrat yang dibentuk selama hidrolisis pati menjadi gula oleh panas, asam, dan enzim. Dekstrin dan pati memiliki rumus umum yang sama, yang mana unit glukosa bersatu dengan lainnya membentuk rantai (polisakarida) tetapi dekstrin memiliki ukuran lebih kecil dan kurang kompleks dibandingkan pati. Dekstrin larut dalam air tetapi dapat diendapkan dengan alcohol. Beberapa dekstrin bereaksi dengan iodine memberikan warna biru dan larut dalam alcohol 25 % (disebut amilodekstrin) sedang yang lainnya berwarna coklat kemerahan dan larut dalam alcohol 55 % (disebut eritrodekstrin) dan yang lainnya tidak membentuk warna dengan iodine serta larut dalam alcohol 70 % (disebut akhrodekstrin) yang juga diidentifikasi sebagai dekstrosa ekuivalen (DE). DE yang tinggi menunjukkan adanya depolimerisasi pati yang besar (Anonim, 2008).

0 komentar:

Posting Komentar