Senses to Move

Berusaha dan berusaha, untuk bisa menghasilhan hal hal yang baik dan bermanfaat bagi aku, kamu dan kita semua... keep spirit........!!!

Welcome





Kapang merupakan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas, yang disebut dengan benang hifa. Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang dikenal sebagai misellium. Misellium inilah yang tumbuh menyebar di atas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungannya. Jamur multiseluler dapat berkembang biak secara secara aseksual dengan cara memutuskan benang hifa (fragmentasi), membentuk spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Sedangkan secara seksual melalui peleburan antara inti jantan dan inti betina sehingga terbentuk spora askus atau spora bsidium (Anonim, 2009).

Ciri khusus dari ascomycetes adalah dapat menghasilkan spora askus (askospora), yaitu spora hasil reproduksi seksual, berjumlah delapan spora yang tersimpan di dalam kotak spora. Reproduksi seksual dari ascomycetes adalah dengan membentuk alat reproduksi betina yang ukurannya lebih besar, yang disebut askogonium. Di dekatnya, dari ujung hifa yang lain terbentuk alat reproduksi jantan yang disebut anteridium. Sedangkan secara aseksual melalui pembentukan tunas, berbentuk konidia dan fragmentasi (Volk, 1988).

Biak murni yaitu keturunan-keturunan satu sel tunggal (klon). Tugas paling utama para ahli mikrobiologi ialah membuat biak murni, membuktikan kemurniannya dan untuk mempertahankan biak murni bebas dari kontaminan. Isolasi biak murni, dengan beberapa kekecualian dilakukan di atas atau di dalam media biak padat. Pelaksanaannya dimulai dengan memisahkan satu sel tertentu dari populasi sel dan memerlukan bahwa koloni yang tumbuh dari sel ini tetap terpisah dari sel-sel/koloni-koloni lain. Jenis bakteri aerob diisolasi dengan perlakuan tuang-cawan menurut Koch atau dengan mengoleskan ose kuat platina di atas medium agar, yang memerlukan lebih banyak kerja. Jenis bakteri anaerob disuspensi dalam agar cair panas 450 C dan diinkubasi tanpa udara. Kebanyakan mikroorganisme dapat diisolasi dalam biak murni dengan memisahkan suatu koloni secra cermat, mensuspensikannya kembali dalam cairan dan mengoleskannya berulang kali atau den gan mengencerkannya dalam agar (Schlegel, 1994).


Fermentasi pada tempe dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang disebabkan oleh aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam proses fermentasi tersebut adalah R. oligosporus. R. oligosporus Saito mempunyai koloni abu-abu kecoklatan dengan tinggi 1 mm atau lebih. Sporangiofor tunggal atau dalam kelompok dengan dinding halus atau agak sedikit kasar, dengan panjang lebih dari 1000 mm dan diameter 10-18 mm. Sporangia globosa yang pada saat masak berwarna hitam kecoklatan, dengan diameter 100-180 mm (Putu, 2004)..

Kapang adalah fungi multiselular yang mempunyai filamen. Tubuh kapang terdiri dari 2 bagian : miselium dan spora. Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. Hifa ada dua macam : hifa vegetatif untuk tumbuh dan hifa fertil untuk reproduksi. Kapang dapat dibedakan atas dua kelompok berdasarkan struktur hifa : hifa tidak bersekat, contoh Phycomycetes dan . hifa bersekat, contoh Ascomycetes, dan Basidiomycetes. Reproduksi kapang ada dua macam dari fungi :

1. Seksual : peleburan nukleus dari dua sel induknya.

2. Aseksual : pembelahan (membelah diri), penguncupan (sel anak tumbuh dari penonjolan kecil) atau pembentukan spora. Spora seksual : askospora, basidiospora, zigospora, oospora, blastospora. Spora aseksual : konidiaspora, sporangiospora, ioidium (artrospora), klamidiospora. Kapang adalah mikroorganisme aerobik sejati, heterotrop. Suhu optimum kapang saprofitik 22 sampai 30 oC, sedangkan kapang patogen 30 oC sampai 37 oC

(Dwidjoseputro, 1980).

Kapang marga Aspergillus memiliki habitat yang kosmopolitan dan merupakan marga besar dengan lebih dari 180 jenis anamorf dan 70 nama teleomorf. Pada penelitian ini kapang tersebut ditemukan pada akar tanaman kentang dan jambu biji. Kapang Aspergillus umum ditemukan di tanah, beberapa juga dapat diisolasi dari rizosfir tanaman pertanian seperti tomat, kentang, gandum, ubi kayu, kopi, tembakau, dan sebagainya. Secara mikroskopis kapang Aspergillus mudah dikenali dan dibedakan dari kapang marga lain, yaitu memiliki konidiofor yang tegak, tidak bersepta, tidak bercabang, dan ujung konidiofor membengkak membentuk vesikel. Pada permukaan vesikel ditutupi fialid yang menghasilkan konidia. Konidia tersusun 1 sel (tidak bersepta), globus, memiliki warna yang beragam, dan tersusun membentuk rantai basipetal. Kapang Aspergillus yang diisolasi, secara visual koloninya tampak memiliki lapisan basal berwarna putih hingga kuning dengan lapisan konidiofor yang lebat berwarna coklat tua hingga hitam. Tangkai konidiofor (stipe) tidak berornamentasi/berdinding halus dan berwarna transparan (hialin). Kepala konidia berwarna hitam dan berbentuk bulat. Konidia berbentuk bulat hingga semi bulat, berwarna coklat tua. Konidia terbentuk dari fialid yang menumpang pada metula (tipe biseriate) dan membentuk formasi sikat melingkar (radiate collumnar) (Ilyas, 2006).

Phycomycetes mempunyai talus miselium yang berkembang dengan baik. Hifa fertil menghasilkan sporangium pada ujung sporangium. Pada talus Rhizopus di samping hifa vegetatif dan sporangium terdapat juga hifa seperti akar yang pendek dan bercabang banyak yang disebut rizoid. Reproduksi seksual pada beberapa genus terjadi dengan peleburan ujung-ujung hifa multinukleat. Ujung-ujung ini terdiri dari lepuh-lepuh terminal cabang-cabang hifa. Pola reproduksi ini pada umumnya teradi pada Mucor, Absidia, dan Rhizopus (Pelczar, 1986).




Basidiomycetes umumnya merupakan jamur makroskopik , dapat dilihat karena ukurannya besar. Reproduksi aseksual dari dari basidomycetes dengan membentuk konidium. Sedang reproduksi seksualnya dengan cara membentuk spora basidium. Baik konidium maupun spora basidium dapat rumbuh menjadi hifa baru. Hifa yang tumbuh dari konidium atau spora basidium bersekat melintang dan setiap sekat berinti satu (monokariotik). Hifa tersebut akan tumbuh terus membentuk misellium (Volk,1984).

Struktur sel hifa jamur benang terdiri dari dinding sel, membran sitoplasma, sitoplasma, nukleus. Seringkali sel-sel hifa juga mengandung vakuola, granula, globula, lemak, glikogen, dan lain-lain. Inti sel jamur benang sangat kecil. Pada Ascomycotina setiap sel mengandung sebuah inti, kecuali pada fase reproduksi. Pada Phycomycetes inti-inti sel tidak dipisahkan oleh dinding sel, kecuali pada waktu pembentukan spora. Kapang pada umumnya terdiri dari dua bagian yaitu, misellium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Misellium merupakan kumpulan filamen yang disebut hifa ( stiap sel 5 – 10 µm). ada tiga macam morfologi hifa yaitu aseptat atau senosit, septet dengan sel-sel uninukleat, dan septat dengan sel-sel multinukleat. Misellium suatu kapang dapat merupakan jaringan yang terjalin lepas atau dapat merupakan struktur padat yang terorganisasi seperti pada jamur (Anonim, 2009).

0 komentar:

Posting Komentar